Belajar Dari Keseharian

Hari ini saya adalah jadwal untuk mengunjungi anak saya yang usianya baru sekitar satu bulanan, seperti biasa, selepas pulang kerja saya menunggangi kuda besi untuk menuju kota anak dan istri saya berada, ya memang jaraknya lumayan cukup jauh sekitar 100 km. Karena sedang liburan panjang dan rute jalan yang saya lewati adalah salah satu wisata alam yang sering dikunjungi oleh banyak wisatawan, mengakibatkan jalanan padat dan sedikit macet dan tentunya saya tidak dapat memacu kendaraan secara optimal, karena harus mengantri dengan kendaraan lainnya juga.
Indikator bensin menunjukkan bahwa bensin di tanki motor saya sudah akan habis, terpaksa saya singgah disebuah tempat pengisian bahan bakar agar dapat melanjutkan perjalanan. Setelah dirasa bahan bakar cukup untuk melanjutkan perjalanan maka saya pun kembali menelusuri jalanan yang pada saat itu hujan sedang turun.
Turunnya hujan dan dinginnya cuaca tidak lantas menyurutkan niat saya untuk bertemu dengan anak dan istri saya, sepeda motor tetap saya pacu menuju kota tempat istri dan anak saya berada. Saat diperjalanan terlintas pikiran yang muncul, saya fikir untuk berbuat baik seperti ini tentunya juga ada yang berhak untuk diperlakukan seperti ini. Ya, tentunya orang tua saya juga berhak untuk mendapat perhatian dari saya, sebagaimana saya perhatian kepada anak saya, tentu suatu saat nanti, saya pun akan ingin diperhatikan oleh anak saya dan itu perasaan orang tua saya saat ini, ya perasaan ingin diperhatikan oleh anaknya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *