Ini Perbedaan KPR Rumah Baru dan Bekas

Membeli rumah adalah salah satu langkah besar. Maka dari itu, segala prosesnya harus dilakukan dengan cermat, agar tidak mengalami kerugian nantinya. salah satu hal yng patut dipertimbangkan ketka membeli rumah adalah apakah ingin membeli rumah baru, atau membeli rumah bekas. Dua pilihan ini tentunya memiliki perbedaan yang mencolok.

Salah satunya adalah dari tata cara pembayaran. Biasanya, rumah bekas lebih banyak yang dapat dibeli dengan cara cash atau tunai. Hanya saja, bukan berarti tidak bisa dibeli secara KPR. Ada banyak rumah dijual di Depok yang dapat dibeli dengan cara KPR, walaupun rumah tersebut adalah rumah bekas.

Hanya saja, membeli rumah baru dan bekas dengan cara KPR juga da perbedaannya. Maka dari itu, sebaiknya perhatikan perbedaan KPR rumah baru dan rumah bekas berikut ini agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari.

Proses KPR

Dalam proses pengajuan KPR, setiap pemohon haruslah melengkapi dokumen seperti KTP, slip penghasilan, surat keterangan bekerja. Setelah itu, pengembang akan memberikan salinan setifikasi tanah, IMB atau Izin Mendirikan Bangunan, juga surat tanda jadi antara pembeli dan juga pengembang.

Sementara untuk pengajuan KPR untuk rumah bekas, pemohon haruslah meminta salinan surat rumah ke pemilik sebelumnya. Selanjutnya, salinan tersebut diserahkan ke bank. Jika perlu, ajak selaigus pemilik rumah yang menjual rumah ke bak bersama pemohon.

Prosedur Bank

Pada pengajuan KPR rumah baru, bank akan melakukan pengecekan berbagai dokumen yang ada. Tidak hanya itu, bank juga akan mengecek kondisi kredit pemohon. Jika pengembang telah bekerja sama dengan pihak bank dan pemohon telah lolos BI checking,  maka proses ini bisa dilakukan ke tahap selanjutnya. Apabila bank belum bekerja sama dengan pengembang, maka bank akan melakukan penaksiran harga rumah.

Sementara  untuk rumah bekas, jika prosedur telah dilakukan dan anda lolos BI checking, maka proses berikutnya adalah penaksiran harga rumah. Biasanya harga rumah yang dibeli akan berbeda dengan taksiran yang dilakukan oleh bank.

Biaya Ekstra

Biaya ekstra yang muncul ketika mengajukan KPR rumah baru bermacam-macam mulai dari biaya dokumen, hingga biaya bank. Ada pula pengembang yang membebaskan seluruh biaya ini sehingga anda hanya perlu membayar DP saja.

Namun untuk KPR rumah bekas, biaya ini tergantung dengan adanya kesepakatan antara pembeli dan penjual. Jika penjual enggan membayar biayanya, maka pembeli harus membayar seluruh biaya ekstra yang dibebankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *