Tips Aman Memilih KPR

Membeli rumah tanpa kredit di daerah perkotaan kini seakan hanya menjadi mimpi. Harga-harga rumah di daerah perkotaan terus melambung tinggi. Lihat saja harga rumah dijual di Bandung yang kini harganya berkisar antara 800 juta hingga miliaran rupiah. Hal yang sama juga terjadi pada harga jual rumah di perkotaan lainnya Hal ini tentunya menyulitkan masyarakat.

Mengajukan kredit pemilikan Truman (KPR) tentunya menjadi pilihan utama untuk memiliki rumah di daerah perkotaan. Kini pun sudah banyak lembaga keuangan yang mengeluarkan produk KPR. Tujuan utama program ini tentunya untuk memudahkan masyarakat agar dapat memiliki rumah impian.

Namun, kini banyak masyarakat yang ragu untuk mengambil KPR. Alasannya bermacam-macam. Ada yang ragu dengan kemampuan melunasi, tidak mau berutang, dan berbagai alasan lainnya. Bagi Anda yang ingin memiliki rumah dengan cara KPR, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum memilih produk KPR.

Tenor KPR

Masa jangka waktu yang ditawarkan KPR di Indonesia kini berkisar antar 10, 15, hingga 20 tahun. Semakin lama waktu kredit, maka semakin besar pula total bunga yang harus Anda bayar. Namun, walau demikian, akan lebih baik jika Anda mengajukan kredit dengan jangka waktu terpanjang agar cicilan per bulannya kecil. Anda tidak perlu khawatir dengan pengambilan jangka waktu kredit panjang, mengingat investasi properti seperti rumah atau tanah nilainya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Besar Cicilan

Setelah Anda memutuskan untuk menggunakan KPR, anda perlu menyediakan dana uang muka rumah sebesar 30 persen dari harga rumah yang dijual. Selain itu,, pinjaman KPR tidaklah boleh lebih dari 70 persen dari harga rumah. Mempertimbangkan hal tersebut, akan lebih baik jika besaran KPR yang Anda ambil tidak melebihi 30 persen dari total pendapatan per bulan. Tentunya menjadi denting agar kondisi keuangan Anda tidak tergerus cicilan hutang dan menjadi beban. Bank juga akan mempertimbangkan kemampuan membayar Anda, sehingga tentu saja bank dapat menolak permohonan Anda jika nilai cicilan per bulan lebih dari 30 persen dari penghasilan Anda.

Sediakan Uang Tunai

Uang tunai akan sangat diperlukan untuk pengurusan KPR di bank. Dana tunai tersebut akan digunakan untuk biaya administrasi boling Bee, biaya penilaian jaminan, administrasi serta provisi kredit.

Selain itu, dana tunai juga dibutuhkan untuk mengurus biaya asuransi yang biasanya berupa asuransi jiwa dan asuransi kebakaran . serta biaya pengikat kredit secara hukum. Biaya ini biasanya meliputi biaya Akta Pengakuan Utang dan Perjanjian Kredit, Akta Pemberian Hak Tanggungan, Akta jual-beli, Biaya bea balik nama, BPHTB juga jasa dari notaris.

Bandingkan KPR

Ada baiknya jika anda membandingkan berbagai macam KPR yang ditawarkan oleh bank. Pikirkan secara matang sebelum memilih. Jangan terburu-buru. Tanyakan kepada rekan Anda yang telah memiliki rumah, apakah mereka memiliki referensi pemberi fasilitas KPR yang baik. Selain itu, pilihlah bank tempat di mana Anda merupakan nasabahnya, sehingga akan lebih mudah untuk menyelesaikan masalah jika seandainya terjadi masalah pada KPR Anda.

Rekam Jejak Kredit

Anda harus menjaga rekam jejak dari transaksi perbankan Anda. Rekaman transaksi Anda harus dijaga di bank manapun. Hal ini sangat penting untuk menghindarkan Anda dari ditolaknya aplikasi KPR Anda oleh bank. Bank bisa melakukan crosscheck antarbank melalui Bank Indonesia melalui fasilitas Daftar Hitam Nasabah (DHN) untuk melacak apakah riwayat transaksi Anda baik atau buruk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *